19 November 2008

Hari Sabtu ada Rombongan Tamu

Pada hari sabtu tanggal 15 November 2008 taman bacaan ibuku kehadiran tiga tamu pertama dari taba aina kajar Kudus, terdiri dari sang Ketua didampingi 4 punggawa. Ini merupakan kunjungan balasan setelah pengurus taman bacaan ibuku berkunjung ke taba aina. Para pengurus taba aina sangat kompak dan semangat, Ini modal yang amat sangat berharga untuk perkembangan taba iana. Semoga semangat ini tetap membara, semangat yang tulus, semangat yang penuh kesadaran, semangat yang dapat menyebar, menggugah yang baru bermimpi, menguatkan yang masih ragu, menjadi inspirasi bagi siapa saja yang haus membaca. Yang menjadikan taba aina tetap berdiri walau pengurus harus berganti.

Tamu kedua dari tim IT hardware dari wonosobo (pak Agus dan konco2), tim ini yang akan membantu taman bacaan ibuku dalam pembangunan fasilitas internet + hotspot. Tamu ketiga dari tim IT software dari Jogjakarta (M. Mabrur & konco2) yang berjanji ingin membantu software education tutorial program aplikasi.

Terima kasih untuk semua yang telah rela berkunjung ke taman bacaan ibuku, SEMOGA KITA TETAP SEMANGAT & TERJALIN SILATURAHIM YANG TULUS.



READ MORE - Hari Sabtu ada Rombongan Tamu

11 November 2008

CINTA HARUSLAH MEMILIKI

CINTA_KU CINTA_MU CINTA_NYA

Cintaku mungkin berbeda dengan kisah cintamu wahai kawanku, kan kuceritakan apa yang kuketahui tentang apa itu CINTA......

  1. Jika dia tidak merespon/membalas 75% dari semua smsmu

Berarti dianya tidak cintaimu/malah membencimu

  1. Jika seseorang lain jenis selalu sms kamu/selalu tanya2 kbrmu

Kemungkinan besar dianya menyukaimu/malah mencintaimu

  1. Setiap pembicaraanmu hanya di balas sepatah dua patah kata oleh si dia

Berarti dianya tidak cintaimu/malah membencimu

  1. Setiap bertatap mata dg kamu dia selau tersipu/memalingkan sedikit pandangan/selalu mencuri2 pandang

Berarti dianya ada hati dengan kamu



TUNGGU KELANJUTANNya..........

READ MORE - CINTA HARUSLAH MEMILIKI

31 October 2008

SADAR HIDUP

Apabila kita disuruh memilih bagaimana kita menjalani hidup ? pastilah kita menjawab ingin hidup seperti di TV, rumah mewah dengan segala macam fasilitas, makan segala ada, mobil tersedia, pingin pergi kemana bisa dan banyak lagi, tapi tidak tahu pekerjaannya apa karena yang tampil di TV hanya enaknya saja.

Keinginan hidup mewah sah-sah saja, tapi kalau dicermati secara seksama, banyak keruwetan-keruwetan yang muncul. seperti biaya yang dikeluarkan untuk perawatan, penjagaan dan operasional. Ditambah lagi beban kekawatiran akan kehilangan kekayaan/barang-barang. Kalau menuruti keinginan hidup mewah, hal ini tidak akan pernah selesai, karena sesuatu yang baru, yang lebih baik, yang lebih canggih akan terus bermunculan. Mungkin perlu berhenti sejenak untuk mengetahui kapan waktu selesainya untuk memenuhi segala keinginan itu. Bagi yang terbiasa dengan hidup mewah apakah sudah siap dengan kehilangan. Kehilangan sesuatu yang berharga, yang disayangi atau yang dibanggakan.

Kesadaran diperlukan bagi yang hidup mewah, yang hidup pas-pasan (pas ada kebutuhan pas ada rejeki), atau bagi yang hidup dalam kekurangan (untuk kebutuhan makan aja harus mikir tujuh kali), apakah kita sadar dengan dengan gaya hidup kita, dengan segala resiko secara pribadi, dampak kepada lingkungan dan masyarakat sekitar.
Bagi yang ingin hidup mewah atau sudah hidup mewah apakah benar-benar sudah sadar dengan hidupnya, atau malah hanya menuruti :
- nafsu keserakahan. Keserakahan ingin memiliki segala sesuatu padahal sesuatu itu belum tentu dibutuhkan.
- Kepuasan materi. Kepuasan yang tidak tahu ujung pangkalnya (kapan kepuasan harus berhenti) seperti terus mengisi gentong yang bocor, terus diisi tapi tidak akan penuh.
- Ingin tampil wah. Ini menandakan kita tidak punya rasa percaya diri, selalu ada rasa yang kurang pada diri kita.

Bagaiman dengan persoalan hidup sehari-hari sekarang ini, masihkah keinginan hidup mewah tetap menjadi obsesi atau berdamai dengan kenyataan bahwa hidup ini semakin sulit. Selamat bagi yang bisa hidup mewah, tapi coba direnungkan kembali kepada kebutuhan dasar manusia, apakah hidup kita terlalu banyak yang sia-sia. Bagi yang hidup seadanya marilah kita bersyukur dan tetapi berusaha meningkatkan kualitas hidup. Bagaimana kita dapat menyadari hidup, mengelola kehidupan, dapat menjalani hidup secara efisien tanpa dibebani keinginan yang neko-neko, mengetahui keadaan sekitar dengan tetangga, tidak terasingkan dilingkungan sendiri.

Hidup ini sangat singkat harus ditempuh dengan bijak dan penuh kesadaran, esensi hidup adalah dapat berguna dan memberi kebahagian bagi orang lain serta bermanfaat bagi lingkungan. Keberhasilan hidup orang tidak diukur berapa kekayaan, gelar yang telah dikumpulkan, tapi bagaimana ia dapat menjadikan orang lain berdaya guna, orang lain mandiri, orang lain sukses.

READ MORE - SADAR HIDUP

29 September 2008

MUDIK NASIONAL

menurut pa'dhe WIKI
mudik adalah kegiatan untuk kembali ke kampung halamannya. mudik di Indonesia identik dengan tradisi tahunan yang terjadi menjelang hari raya besar keagamaan misalnya menjelang Lebaran. Bagi sebagian besar masyarakat Indonesia, khususnya masyarakat Jawa, Mudik boleh dikatakan sebuah tradisi yang mutlak harus dilaksanakan. Pada saat itulah ada kesempatan untuk berkumpul dengan sanak saudara yang tersebar di perantauan, selain tentunya juga sowan dengan orang tua.

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI)
Kata mudik berasal dari kata "udik." berarti sungai di sebelah atas (arah dekat sumber) atau (daerah) di hulu sungai. Kata itu mengandung makna positif, yaitu bagian atas sungai atau bagian kepala sungai yang dekat sumber mata air, sehingga jernih dan belum terkena polusi. makna kedua, yaitu desa, dusun, kampung (lawan dari kota).

Mudik dan Pesan Puasa
Makna mudik secara spiritual ternyata dapat ditemukan dalam Alquran. Tentu saja, pengertian mudik yang dimaksudkan adalah makna metaforis. Tradisi mudik dalam Alquran dapat diartikan dengan kembali kepada ampunan Allah. Dalam hal ini, Allah berfirman; Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan bagi orang-orang yang bertaqwa (Q.S. Ali Imran/133). Firman Allah tersebut berbicara mengenai perintah agar kita segera "mudik" dengan cara kembali kepada ampunan Tuhan. Karena hanya dengan cara inilah kita akan memperoleh kenikmatan dan kebahagiaan berupa surga yang memang diperuntukkan bagi orang-orang yang bertaqwa. Jika dalam tradisi mudik Lebaran kita harus mempersiapkan bekal yang begitu banyak, maka untuk kembali kepada Allah jelas dibutuhkan bekal yang lebih. Derajat ketaqwaan sebagai hasil ibadah puasa dapat merupakan bekal yang sangat berharga untuk kembali kepada Allah.

Mudik merupakan singkatan dari menuju udik atau mundur dikit. Menjelang Ramadan berakhir banyak saudara kita mudik. pulang ke kampung halaman setahun sekali sesudah menetap diluar kota atau diluar tempat asal/kelahiran. Mudik dimaknai suatu proses review/melihat kembali/mengingat kembali hal-hal yang pernah terjadi.
Untuk diri sendiri, proses ini mengingatkan kembali dari awal kehidupan kita, dari masih bayi yang belum punya dosa, masa kecil yang polos jauh dari keinginan yang mengada-ada, tipu muslihat kehidupan, masa remaja yang penuh dengan cita-cita dan idealisme. Untuk keluarga, mudik untuk mengenang indahnya berkumpul kembali, menjalin silaturahim, saling mengatahui keadaan sanak saudara dan dapat dimanfaatkan untuk saling bertukar pikiran dalam banyak hal.
Untuk lingkungan sekitar, dengan mudik, kita dapat mengambil kembali semangat kehidupan dikampung, diantaranya, gotong royong, dan kesetiakawanan.
Mudik merupakan proses kembali, kembali menjadi fitri, kembali menjadi baik, kembali ke asal muasal, kembali melihat cita-cita kita, kembali melihat niat kita, kembali untuk menyongsong kehidupan selanjutnya dengan semangat yang lurus tidak terpengaruh reka daya atau nafsu sesaat. Mudik bukan proses membawa, membawa pengaruh kehidupan di kota, membawa kesombongan, membawa kemewahan, yang dapat menimbulkan kecemburuan dan pengaruh buruk di tempat asal.

Semoga di hari Raya Iedul Fitri 1429 H ini , kita dapat :
LEBAR : tuntas mengasah diri, sukses menjalan segala ibadah di bulan Ramadhan, LEBUR : mengurai kesalahan dan kekurangan, mempunyai kelapangan dada untuk saling memaafkan, LUBER : selalu dapat memberi, saling berbagi kebahagian, LABUR : menghias diri dengan kebaikan, kekurangan dibenahi dengan kebaikan, menutup aib dengan memberikan perlindungan.

Segenap pengelola taman bacaan ibuku mengucapkan selamat berlebaran, mohon maaf lahir dan batin.

READ MORE - MUDIK NASIONAL

28 September 2008

SOMBONG DAN TIDAK ADIL

Itulah yang pantas diberikan pada semua yang punya gelar Haji dan Hajah

Bagaimana tidak mereka hanya melaksanakan ibadah sesuai perintah hanya dalam 40hari bisa dapat gelar yang akan terus menempel sepanjang hidupnya....sungguh ironis sementara kita semua yang selama 5 tahun berusaha keras menggapai gelar baru bisa nempel seumur hidup.

Cobalah dipikir...harusnya kalaupun sama2 ibadah...seorang fakir miskin atau andalah sebagai muslim taat tentu saja melaksanakan perintah agama yaitu sholat lima waktu kan!!??
harusnya andalah yang pantas mendapat gelar (S) "sholat" atau yang gemar Zakat (Z)...
harusnya gelar anda bertumpuk seperti ini bukan -> S. Z. Muhammad Agus Salim ST.MT

Inilah yang saya maksud era kesombongan telah tiba...kenapa tidak!!!??dahulu nabi Muhammad SAW saja yang pernah berangkat Haji...tidak mencantumkan gelar H. Muhammad SAW.
Entah sejak kapan gelar Haji dan Hajah booming di masyarakat....kasihan para fakir miskin yang seumur hidupnya menempel di depan namanya sebuah gelar FM "Fakir Miskin"

Sungguh Gelar yang tak pantas karena gelar ini sudah sangat kualat melebihi para nabi, dan khalifah2 terdahulu, kualat terhadap para wali dan imam.

Sekali lagi saya bertanya...Pernahkan anda mendengar :
  • H. Muhammad SAW
  • H. Abu Bakar
  • H. UMar bin Khattab dll
Sungguh anda adalah pendusta jika pernah mendengar hal tersebut....tetapi tentu saja jika anda mendukung dan menganggap sah2 saja gelar tersebut...coba lihat dibawah ini:
  • Ki Gendeng Pamungkas MAg -> MAg "Magister ALam Gaib"
  • P. Joko Bodo -> P "Paranormal"
  • Choiril Anam ST.MAg.MG -> MG "Master of Game"
Boleh dan sah2 saja bukan....!!?????
MARI BERAMAI2 BERI GELAR PADA NAMA ANDA SEMUA...Hidup Gelar...Merdeka!!!
READ MORE - SOMBONG DAN TIDAK ADIL

  © Blogger template 'External' by Ourblogtemplates.com 2008

Back to TOP